September 8, 2025
Sumber: https://docs.google.com/document/d/1Qb5qeZuHeO9_AruzxMvFhOFFcL7G4zCBByiCjV1NShw/mobilebasic
Mengamati dinamika sosial serta implementasi penyelenggaraan negara akhir-akhir ini, kami, Aliansi Ekonom Indonesia, melihat semakin jauhnya
rentang kehidupan bernegara kita dari visi negara: “keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia”.
Sebagai individu-individu yang secara profesi berkiprah dalam memahami kehidupan masyarakat dengan analisis berdasar teori, logika, dan data, kami melihat penurunan kualitas hidup terjadi di berbagai lapisan masyarakat secara masif dan sistemik. Walau ada tekanan dari guncangan global, kondisi di Indonesia ini tidak terjadi tiba-tiba, melainkan akumulasi berbagai proses bernegara yang kurang amanah sehingga menyebabkan berbagai ketidakadilan sosial, di antaranya[1]:
September 4, 2025
Ringkasan
#
Berikut adalah langkah-langkah konkret jangka pendek untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, memperbaiki daya beli, dengan tetap menjaga kapasitas fiskal negara yang sehat:
- Program yang memerlukan anggaran besar, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP), perlu melalui proses siklus kebijakan yang benar, seperti penyusunan peta jalan, uji coba, evaluasi dan memberikan prioritas, khususnya bagi anak sekolah dari keluarga yang paling membutuhkan atau kelompok yang benar-benar membutuhkan.
- Membatalkan pengurangan dana transfer ke daerah. Berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat akan terdampak. Hal ini disebabkan kapasitas pendapatan asli daerah yang tidak merata sehingga penurunan kapasitas anggaran akan langsung terasa di masyarakat.
- Perampingan birokrasi melalui penghentian pembuatan kementerian/badan baru dan/atau sebaiknya menggabungkan kementerian/badan yang telah ada. Perampingan ini dibutuhkan bukan hanya untuk efisiensi anggaran tetapi juga untuk efektivitas pengambilan kebijakan.
- mengembalikan fungsi utama pemerintah dalam tata niaga beras sebagai stabilisator harga, bukan hanya memenuhi cadangan pangan. Harga sembako yang tidak terjaga telah cukup meresahkan banyak masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.
- Meluncurkan program padat karya jangka pendek yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperbaiki fasilitas umum, seperti perbaikan infrastruktur pengairan dan jalan umum.
- Membuat kebijakan yang juga menyasar kelompok kelas menengah, seperti akses terhadap kredit, pendidikan, transportasi publik, dan kesehatan. Kelompok kelas menengah tidak menjadi penerima bantuan sosial termasuk subsidi pemerintah, tetapi terbebani untuk membayar cicilan, tagihan, dan kebutuhan sehari-hari.
- Mengevaluasi sistem remunerasi pejabat negara. Bonus dan tunjangan anggota DPR dan juga pejabat negara bersifat variabel, tergantung pencapaian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
- Transparansi data ekonomi dan diseminasi perubahan metode yang terjadi, agar pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan secara tepat tanpa mengabaikan validitas data statistik yang selama ini digunakan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik dalam negeri maupun internasional.
- Memperbaiki komunikasi kebijakan publik dengan mengedepankan kepercayaan dan menghargai pandangan serta aspirasi yang berkembang di masyarakat untuk perbaikan kondisi sosial ekonomi. Pemerintah juga mesti memiliki empati dan mau untuk mendengarkan masukan yang disampaikan oleh masyarakat.

September 3, 2025

Sumber:
August 26, 2025

Sumber:
July 24, 2025
Nemu dari facebook-nya Erizeli Bandaro. Jauh lebih susah dipahami dari bel suara burung:
Moral hazard Danantara
#
Dalam pembiayaan pembangunan, pemerintah mencari alternatif non-APBN melalui entitas khusus (SPV) seperti Danantara. Namun, ketika skema ini menjadikan dividen BUMN sebagai jaminan pembayaran utang, muncul pergeseran mendasar dalam struktur risiko fiskal negara. Meskipun utang tersebut tidak secara eksplisit tercatat dalam neraca APBN, ia menciptakan apa yang disebut sebagai contingent liabilities atau off-balance-sheet fiscal exposure.
March 19, 2025
Summary of Jakarta Stock Market Crash on March 18, 2025
On March 18, 2025, Indonesia’s stock market experienced a severe downturn as the Jakarta Composite Index (IHSG) plummeted 3.84% to close at 6,223 points—its first circuit breaker since March 2020, triggered by pandemic-era volatility. The index briefly hit an intraday low of 6,011 points, marking a “Black Swan Tuesday,” a rare and unforeseen event causing sudden market chaos.
Key Factors Behind the Crash