Pernyataan

Pernyataan Universitas Islam Indonesia Terhadap Meninggalnya Affan Kurniawan

Pernyataan Sikap Universitas Islam Indonesia #

Kita Semua adalah Affan Kurniawan #

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang anak bangsa yang menjadi tulang punggung keluarga yang kehilangan nyawanya akibat tindakan aparat keamanan. Kepergiannya mencerminkan potret getir rakyat kecil di tengah situasi ekonomi yang kian menghimpit, serta represivitas negara dalam merespons suara kritis warganya. Kita semua berpotensi menjadi Affan Kurniawan. Di kota lain, beberapa nyawa juga sudah melayang.

Pernyatan Universitas Indonesia Terkait Aksi Massa

Teks #

Pernyataan Pimpinan UI Terkait Aksi Massa dan Perkembangan Politik Belakangan

Depok, 31 Agustus 2025

Sehubungan dengan perkembangan situasi yang terjadi di seluruh Indonesia saat ini, kami sivitas akademika Universitas Indonesia menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

  1. Mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia bisa tenang dan menahan diri.
  2. Meminta seluruh lapisan masyarakat agar bisa menyampaikan aspirasinya dengan baik serta mencegah terjadinya penjarahan dan perusakan fasilitas publik yang dapat merugikan masyarakat, bangsa, dan negara.
  3. Meminta tindakan tegas dan penegakan hukum yang dilaksanakan tanpa tebang pilih untuk mengembalikan kepercayaan publik.
  4. Adanya kebijakan ekonomi pro-rakyat yang menyejahterakan dan mengurangi beban hidup masyarakat.
  5. Menjaga persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa dari perpecahan.

Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU.

Arahan Nadhlatul Ulama Menyikapi Dinamika Unjuk Rasa di Berbagai Daerah

Isi surat #

Nomor : 4381/PB.01/A.II.08.47/99/08/2025 Lampiran : - Perihal : Arahan Menyikapi Dinamika Unjuk Rasa di Berbagai Daerah Jakarta, 06 Rabi’ul Awal 1447 H 30 Agustus 2025 M Kepada Yang Terhormat,

  1. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia
  2. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia di-Tempat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Teriring doa serta salam, semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan pertolongan kepada kita. Amin. Dalam rangka turut menjaga kondusifitas dan stabilitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama sebagai berikut:

PERNYATAAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TERKAIT AKSI MASSA, SERUAN DIALOG DAN KEDAMAIAN

Nomor: 20/PER/I.0/I/2025

Mencermati situasi dan kondisi yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah yang diwarnai dengan aksi massa dan kekerasan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

  1. Kami turut berdukacita atas meninggalnya saudara kita, Affan Kurniawan, dalam peristiwa unjuk rasa massa pada hari Kamis malam (28/8) di Jakarta. Semoga almarhum mendapat balasan terbaik disisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan dapat menghadapi dengan sabar, memperoleh keadilan yang semestinya, serta tersantuni dengan sebaik-baiknya. Kami mengharapkan para korban yang menderita luka-luka dalam aksi unjuk rasa tersebut agar segera pulih. Kami juga ikut berempati kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang menuntut keadilan untuk almarhum Affan.

Pernyataan Sikap PGI dan Seruan Penghentian Kekerasan dalam Penanganan Demonstrasi

Pernyataan Sikap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Atas Tragedi Kekerasan dalam Demonstrasi:
“Jangan lindas suara rakyat!”

“Bangsa ini harus dibangun dengan refleksi, bukan represi!”

Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Ketua Umum PGI)

Beberapa hari belakangan ini kita menyaksikan riuhnya suara rakyat—bukan sekadar teriakan, tapi jeritan hati yang telah lama dipendam. Demonstrasi berbagai kelompok masyarakat merebak di Jakarta dan berbagai kota lainnya adalah respon rakyat terhadap kebijakan dan perilaku pemerintah dan badan legislatif yang dirasa tidak berpihak pada masyarakat, korupsi yang semakin merajalela, pajak yang memberatkan, anggota legislatif yang sibuk dengan kepentingan pribadi dan tidak memperjuangkan kepentingan rakyat.